NIAS BARAT, TOPIK NEWS – Menindaklanjuti instruksi Camat Mandrehe melalui surat nomor 000.7.1.6/045/MDH tertanggal 26 Januari 2026, Pemerintah Desa Hayo sukses menyelenggarakan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Tingkat Desa untuk Tahun Anggaran 2027.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor Desa Hayo pada Kamis (29/1/2026) ini dibuka langsung oleh Pj. Kepala Desa Hayo, Martinus Masaeli Gulo, S.Pd. Dalam sambutannya, Martinus menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah desa dan masyarakat dalam merumuskan arah pembangunan masa depan.
Kehadiran Berbagai Elemen Masyarakat
Acara ini turut dihadiri oleh berbagai tokoh penting dan elemen masyarakat, di antaranya:
-
Pemerintah Kecamatan: Diwakili oleh Tomosa Gulo, S.Pd.
-
Lembaga Desa: Ketua BPD Firmansah Gulo, beserta jajaran pengurus LPM dan perangkat desa.
-
Tokoh Masyarakat: Perwakilan tokoh agama, adat, pendidikan, perempuan, dan pemuda.
-
Pendamping Desa: PLD Kecamatan (Lase).
-
Tamu Undangan: Ketua DPC PROJAMIN Nias Barat, Yasokhi Gulo, S.Th., serta awak media dari Topik News, Krimsus News TV, dan Warta Berita.
Kesempatan Menyampaikan Aspirasi
Ketua BPD, Firmansah Gulo, menyebut Musrenbang ini sebagai “kesempatan emas” bagi warga. “Inilah saatnya masyarakat mengusulkan pembangunan yang benar-benar mendesak dan dibutuhkan oleh desa kita,” ujarnya.
Senada dengan hal tersebut, Tomosa Gulo, S.Pd. yang mewakili Camat Mandrehe, mengajak warga untuk aktif berkontribusi. Ia juga berpesan agar usulan yang diajukan tetap mengacu pada skala prioritas dan masyarakat turut menjaga hasil pembangunan yang sudah ada demi kenyamanan bersama.
Hasil Kesepakatan Musrenbang 2027
Berdasarkan hasil musyawarah, terdapat beberapa poin utama yang dituangkan dalam berita acara sebagai prioritas pembangunan Desa Hayo untuk tahun 2027:
-
Penyediaan Air Bersih: Menjadi prioritas utama untuk kebutuhan dasar warga.
-
Infrastruktur Dusun 1: Pembangunan rabat beton, tembok penahan (tangga) lapangan futsal, serta pengaspalan jalan.
-
Konektivitas: Penerusan pembangunan jalan dari Dusun 3 menuju Dusun 1.
-
Kesejahteraan Rakyat: Program rumah layak huni bagi masyarakat kurang mampu.
-
Pelestarian Budaya: Pemugaran batu megalit serta renovasi rumah adat di Dusun 1.
Kegiatan ditutup dengan khidmat melalui doa yang dipimpin oleh Bapak Ama Efi Gulo (Yas Gulo).









