BeritaNewssamosir

Dua Korban Tenggelam di Alur Tano Ponggol Pangururan Ditemukan Tim SAR dan Polres Samosir

372
×

Dua Korban Tenggelam di Alur Tano Ponggol Pangururan Ditemukan Tim SAR dan Polres Samosir

Sebarkan artikel ini

Samosir, Topiknews.co – Drama pencarian dua pemuda yang tenggelam di perairan Danau Toba, tepatnya di Alur Tano Ponggol, Pangururan, Kabupaten Samosir, akhirnya berakhir. Setelah tiga hari melakukan operasi, Tim Pos SAR Parapat bersama jajaran Polres Samosir berhasil menemukan kedua korban pada Senin (22/9/2025) pagi.

Pencarian yang dilakukan sejak Sabtu sore terus dilanjutkan dengan peralatan modern dan dukungan personel gabungan. Tim menggunakan Kapal Cepat Sat Polairud Polres Samosir, Kapal SAR, sonar pendeteksi tubuh manusia, drone termal, serta perlengkapan penyelaman. Usaha tersebut akhirnya membuahkan hasil.

Pada pukul 09.15 WIB, korban pertama yang diketahui bernama Owen Dreiman Siregar (23) ditemukan di kedalaman sekitar empat meter di titik lokasi kejadian. Selang 40 menit kemudian, korban kedua, Jandri Pardede (25), juga ditemukan tidak jauh dari lokasi penemuan Owen.

Baca Juga :  Penyidik Pidsus Kejari Gowa Geledah RSUD Syekh Yusuf

Kedua jasad kemudian dievakuasi menggunakan kapal SAR menuju daratan dan langsung dibawa ke RS Hadrianus Sinaga, Pangururan. Setelah melalui prosedur kepolisian, jenazah diserahkan kepada pihak keluarga. Dalam serah terima itu, keluarga menyatakan menolak dilakukan autopsi dengan menandatangani surat resmi.

Identitas kedua korban adalah Jandri Pardede (25), wiraswasta, warga Lumban Julu, Kabupaten Toba, serta Owen Dreiman Siregar (23), wiraswasta, warga Desa Parinsoran, Kecamatan Garoga, Kabupaten Tapanuli Utara.

Baca Juga :  Mabes Polri Mutasi 34 Pati, Irjen Dadang Jabat Kapolda Maluku, Kombes Gidion Naik Pangkat Jadi Wakapolda Sultra

Plt. Kasi Humas Polres Samosir, Brigpol Gunawan Situmorang, menyampaikan bahwa insiden tersebut terjadi pada Sabtu (20/9/2025) sekitar pukul 17.30 WIB. Kedua korban dilaporkan berenang di Alur Tano Ponggol. Namun, diduga karena kelelahan dan mengalami kram kaki, keduanya tidak mampu menyelamatkan diri hingga akhirnya tenggelam.

“Personel Polres Samosir bersama Tim Pos SAR Parapat langsung melakukan pencarian sejak hari kejadian. Namun, karena kondisi perairan dan faktor cuaca, proses evakuasi baru membuahkan hasil pada hari ketiga pencarian,” jelas Brigpol Gunawan.

Baca Juga :  Pidsus Kejati Sumut Telaah Dugaan Pengalihan Lahan 13,5 Hektar Rencana Perumahan IKIP ke Swasta senilai 1,3 T

Ia juga menekankan pentingnya kewaspadaan masyarakat saat beraktivitas di kawasan Danau Toba. Menurutnya, warga sebaiknya tidak memaksakan diri berenang dalam kondisi tubuh lelah. Selain itu, pemanasan sebelum berenang juga sangat dianjurkan agar tidak terjadi kram otot yang bisa berakibat fatal.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa keindahan Danau Toba tetap harus diiringi dengan kewaspadaan dan kesadaran akan keselamatan. Pemerintah daerah bersama aparat keamanan diharapkan dapat terus melakukan sosialisasi dan pengawasan untuk mencegah peristiwa serupa terulang di kemudian hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *