News

Warga Keluhkan Dugaan Pekerjaan Jalan Fiktif, Dinas SDABM & BK Kabupaten Deli Serdang Belum Beri Tanggapan

202
×

Warga Keluhkan Dugaan Pekerjaan Jalan Fiktif, Dinas SDABM & BK Kabupaten Deli Serdang Belum Beri Tanggapan

Sebarkan artikel ini

Deli Serdang, Topik News – Proyek pemeliharaan rutin jalan Makmur Gang Dahlia 12 Desa Sambirejo Timur Kabupaten Deli Serdang yang bersumber dari APBD tahun anggaran tahun 2024 menimbulkan sorotan serius dari masyarakat

Kondisi tersebut tidak lagi dapat dipandang sebagai persoalan teknis semata, melainkan mencerminkan persoalan kepatuhan terhadap regulasi pengelolaan keuangan negara dan tata kelola pengadaan barang/jasa pemerintah, “ Kata warga bermukim jalan Makmur Gang Dahlia 12 Desa Sambirejo Timur kepada Topik News Senen (14/1/25)

Baca Juga :  How to find protests in your city when you don't know where to start

Hingga awal Januari 2026, hasil penelusuran Topik News pemeliharaan rutin tife 1 jalan Makmur Gang Dahlia 12 Desa Sambirejo Timur tahun 2024 sebesar Rp.740 juta dikerjakan CV.SD menunjukkan bahwa proyek fisik tidak ditemukan. Bahkan, “Warga dikonfirmasi, apakah ada pekerjaan pemeliharaan rutin jalan tahun 2024, jawab warga, “Tidak ada pekerjaan jalan di daerah kami” ujarnya

Baca Juga :  Arogansi dan Penyalahgunaan Wewenang di Tubuh Dinas Pendidikan Samosir Menjadi Pintu Terbuka Membongkar Indikasi Setoran

Konfirmasi langsung ke Kepala Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi Kabupaten Deli Serdang Cq. Kabid Bina Marga, karena mereka yang lebih mengetahui persoalan tersebut,” ujarnya warga saat ditemui

Mengenai laporan masyarakat tentang dugaan pekerjaan jalan yang tidak dikerjakan, Topik News sudah melayangkan surat konfirmasi Desember 2025 dan tidak adanya tanggapan dari dinas terkait sampai Januari 2026

Baca Juga :  Lagi, Kejati Sumut Hentikan Penuntutan Perkara Penganiayaan, Tersangka dan Korban Berdamai

Menanggapi hal ini. Warga jalan Makmur Gang Dahlia 12 Desa Sambirejo Timur mendesak Aparat Penegak Hukum (APH) untuk mengusut tuntas proyek yang diduga bermasalah ini. Jika seperti ini, harus ada pertanggungjawaban dari rekanan dan PPK,” tegas warga kepada Topik News (Pt)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *