News

Ironis, di Hari Bumi Internasional, Masyarakat & Penggiat Lingkungan Hidup Khawatir Abrasi yang Menerjang Pantai Sialang Buah Sergei

496
×

Ironis, di Hari Bumi Internasional, Masyarakat & Penggiat Lingkungan Hidup Khawatir Abrasi yang Menerjang Pantai Sialang Buah Sergei

Sebarkan artikel ini

Medan, Topiknews.co – Tepat dihari Senin ini (22/4/24) diperingati sebagai Hari Bumi Internasional oleh segenap warga dunia, namun ironisnya, dihari ini juga, masyarakat sekitar pantai Sialang Buah, Sergei dan para pengiat lingkungan hidup di kawasan tersebut, justru dilanda rasa kekhawatiran akan abrasi yang terus menerjang kwasan pantai ini.

Terpantau, akibat abrasi ini, kawasan pantai timur pulau Sumatra ini garis pantai setiap saat terus berubah dan daratan semakin berkurang/ menipis bahkan menghilang.

Baca Juga :  Pejabat di Kejati Sumut Dituding Minim Interaksi dan Kolaborasi dalam Raker Forwaka Sumut

Salah seorang pengiat lingkungan hidup, Lukman Nurhakim.ST alias Meeng, merasa khawatir dengan dampak yang akan terjadi kedepannya.

“Kondisi pantai Sialang Buah saat ini kondisinya mengkhawatirkan. Selain berdampak terhadap ekonomis masyarakat setempat yang tergantung dari industri pariwisata, namun bila tidak segera diatasi efek abrasi ini akan semakin neluas ke kawasan pantai lain, Nelayan pun dikhawatirkan akan semakin berkurang tangkapannya karena kedepannya biota laut dikawasan tersebut akan berkurang,” Ungkap Meeng prihatin.

Baca Juga :  Sat Reskrim Polres Samosir Lakukan Olah TKP Penemuan Mayat Wanita di Dalam Tugu

Meeng yang juga didaulat sebagai pembina organisasi lingkungan hidup setempat, Harmonis Island beach, Sialang Buah, Sergei yang diketuai oleh M.kholiluddin, SE. Saat ini Organisasi tempatan lokal ini berusaha secara swadaya untuk mengatasi permasalahan ini.

Baca Juga :  Garda Indonesia Satu Desak Kejagung RI Usut Penggunaan Dana PEN Rp78 Miliar di Kab. Batubara

Pantai dahulunya elok dan ramai dikunjungi oleh wisatawan ini, kondisinya memprihatinkan. Kedepannya, bila dibiarkan abrasi ini terus terjadi, selain dampak lingkungan hidup, dampak ekonomis, dan nemcana kemanusiaan dilhawatirlan akan terjadi di daerah tersebut. (aSp)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *